Teks — Tajhiz Jenazah Kamil
Untuk perempuan, lafaznya diganti menjadi "hazihil-mayyitati".
Nawaitul ghusla adaa-an 'anhadzihil mayyitati lillahi ta'ala. Urutan Praktis: Bersihkan kotoran dari perut dengan menekan lembut. Bersihkan lubang-lubang (hidung, telinga, gigi). Wudukan jenazah.
Masukkan jenazah ke dalam liang lahad dengan mendahulukan bahagian kepala secara perlahan-lahan. Orang yang menyambut jenazah di bawah disunnahkan membaca:
Siram air bersih ke seluruh tubuh, dimulai dari sebelah kanan, kemudian sebelah kiri. Gunakan air sabun atau air daun bidara pada siraman awal. teks tajhiz jenazah kamil
Jenazah Muslim, tubuhnya masih utuh, bukan mati syahid. Tempat: Tertutup, tidak terlihat orang banyak. Teks/Niat Memandikan Jenazah:
Gently press the abdomen to expel remaining waste and clean the private parts using gloves.
Memorize the teks , but master the hands . That is the meaning of kamil (complete). Bersihkan lubang-lubang (hidung, telinga, gigi)
Perempuan: Ushalli 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiiraatin fardhu kifaayatin (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aala. Membaca Al-Fatihah. Takbir 2: Membaca Shalawat Nabi.
(Ushalli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbiratin fardha kifayatin ma'muman/imaman lillahi ta'ala) Jenazah Perempuan (Imam/Munfarid):
Shalat jenazah dilakukan tanpa ruku' dan sujud. Shalat ini terdiri dari dalam posisi berdiri tegak. Posisi Imam Orang yang menyambut jenazah di bawah disunnahkan membaca:
“Ushallii ‘ala hadzal mayyiti arba‘a takbiratin fardal kifaya’ti imaman lillahi ta‘ala.”
: Membaca Selawat ke atas Nabi SAW. Minimum: (Allahumma solli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad) . Takbir Ketiga : Membaca doa khusus untuk jenazah. Doa Pendek (Jenazah Lelaki) :